E POLMAS

SELAMAT DATANG

di E-POLMAS

(Community Policing Online Service)

Pemolisian Masyarakat (Community Policing ) yang selanjutnya disingkat Polmas adalah suatu kegiatan untuk mengajak masyarakat melalui kemitraan anggota Polri dan masyarakat, sehingga mampu mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan serta menemukan pemecahan masalahnya. (Pasal 1 angka 2 Peraturan kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat).

Pertanyaannya…

Siapakah yang bertugas mengemban Polmas ini? Apakah pengemban Polmas hanya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas saja?

Jawabannya…

  • Menurut pasal 1 angka 3 Peraturan Kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat disebutkan bahwa Pengemban Polmas adalah setiap anggota Polri yang melaksanakan Polmas di masyarakat atau komunitas.
  • Menurut pasal 1 angka 4 Peraturan Kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat yang disebut dengan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) adalah pengemban Polmas di desa atau kelurahan.
  • Menurut pasal 8 Peraturan Kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat disebutkan bahwa Polmas dilaksanakan oleh a) Pengemban Polmas dan , b) Bhabinkamtibmas
  • Walaupun dalam pasal 15 Peraturan Kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat disebutkan bahwa (1) Pengemban Polmas pada tingkat polda diangkat berdasarkan Surat Perintah Kapolda, (2) Pengemban Polmas pada tingkat polres diangkat berdasarkan Surat Perintah Kapolres. Namun secara implisit dalam pasal 9 tentang 3 model polmas, dalam pasal 10 tentang penjabaran Model A, dalam pasal 11 tentang penjabaran Model B dan dalam pasal 12 tentang penjabaran Model C , disebutkan bahwa pengemban fungsi polmas adalah seluruh anggota Polri, hal ini diperkuat  dengan Pasal 11 huruf f Peraturan Kapolri Nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat disebutkan bahwa Polmas Model B diterapkan melalui intensifikasi kegiatan fungsi-fungsi teknis kepolisian meliputi : Binmas, Sabhara, Lantas, Reserse, Intelijen, Pol Air, Pol Udara, Pol Satwa, Kepolisian Objek Vital dan Brimob

Jadi jelas bahwa pengemban Polmas adalah setiap anggota Polri, bukan hanya tugas Bhabinkamtibmas saja atau anggota Satuan Binmas saja. Oleh karena itu saya sebagai anggota Polri terpanggil untuk melakukan Polmas dengan menggunakan saluran elektronik atau internet sebagai sarana kontak dengan masyarakat yang ada di dunia maya (netizen). 

KONSEP E-POLMAS (Elektronik-Pemolisian Masyarakat)

E-POLMAS menurut saya adalah Polmas yang dilakukan oleh anggota Polri dengan menggunakan saluran internet /elektronik. Cara kerja dan teknik bekerja E-POLMAS sebenarnya sama dengan Polmas yang dilakukan di dalam dunia nyata, bedanya adalah masyarakat yang diajak untuk bermitra adalah masyarakat yang ada di dunia maya (internet, netizen).

Sebagai contoh adalah kegiatan bimbingan dan penyuluhan (bingluh), dalam Polmas di dunia nyata, kegiatan bingluh dilakukan dengan cara manual yaitu mendatangi masyarakat atau komunitas kemudian berkumpul di suatu tempat, lalu seorang Bhabinkamtibmas memberikan arahan kepada masyarakat yang ada di tempat tersebut. Materi bingluh biasanya disampaikan secara langsung, lisan, terkadang dengan menggunakan alat bantu atau alat peraga berupa brosur dan lain-lain. Polmas yang dilakukan oleh seorang Bhabinkamtibmas ini dibatasi dengan wilayah tertentu, saat ini 1 Bhabinkamtibmas mengemban wilayah hukum 1 desa yang menjadi desa binaannya.

Nah..dalam E-POLMAS ini yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas sebenarnya sama, namun kegiatan tersebut dituangkan menjadi sebuah tulisan dan di upload dalam dunia maya (internet) bisa melalui akun sosial media (FB, Twitter, Instagram dll), akun messenger (WA, BBM, Line, Telegram dll), blog atau website, forum (kaskus, kompasiana dll) yang dimiliki oleh Bhabinkamtibmas itu sendiri.

Kelebihan Konsep E-POLMAS :

  1. Wilayah yang menjadi wilayah binaan adalah tidak terbatas, artinya dalam E-POLMAS batas wilayah nyata sudah tidak berlaku lagi. Seorang Bhabinkamtibmas bebas memilih wilayah binaannya (borderless), seorang Bhabinkamtibmas bebas memilih siapa saja yang akan menjadi target untuk menerima pesan kamtibmas yang disebar melalui akun sosial media yang dimilikinya.
  2. Pesan Kamtibmas dapat disampaikan dengan cara efisien. Coba kita bayangkan, apabila seorang Bhabinkamtibmas memiliki sebuah akun Facebook dengan jumlah teman (friends) maksimalnya adalah 5000 orang. Cukup menggunakan sebuah handphone gadget dengan harga yang terjangkau, seorang Bhabinkamtibmas tersebut bisa dengan mudah mengunggah foto kegiatan bingluh yang sudah dilakukannya ke dalam akun Facebook nya tersebut. Apabila unggahan tersebut dibaca oleh 5000 teman Facebooknya, berarti SAMA SAJA dengan melakukan bingluh secara manual yang dihadiri sejumlah 5000 orang kan?
  3. Biaya yang murah. Coba kita hitung biaya yang dibutuhkan apabila kita melakukan bingluh secara manual dengan dihadiri 5000 orang, tentu butuh tempat yang luas, butuh biaya snack dan lain-lain. Dengan menggunakan akun sosial media tersebut, maka seorang Bhabinkamtibmas tidak perlu memikirkan biaya-biaya yang tidak perlu tersebut.
  4. Pesan Kamtibmas akan menyebar dengan cepat. Contoh di atas adalah baru 1 akun sosial media saja. Bagaimana bila seorang Bhabinkamtibmas memiliki beberapa akun sosial media, memiliki beberapa akun messenger dan bahkan memiliki website atau blog dengan traffic atau kunjungan yang ramai? Hal ini tentu akan semakin membuat pesan kamtibmas yang disampaikannya menjadi lebih luas jangkauannya. 
  5. Berita Bhabinkamtibmas secara Online dan GRATIS. Saya sudah menyiapkan sebuah website khusus untuk Bhabinkamtibmas, website ini saya desain sedemikian rupa sehingga Bhabinkamtibmas dapat dengan mudah untuk meng upload foto dan berita kegiatan yang sudah dilakukannya. Jenis kegiatan bebas, jumlah berita pun bebas. Silakan Bhabinkamtibmas boleh meng upload berita nya setiap hari. Webiste tersebut adalah www.bhabinkamtibmas.com . Untuk melihat tampilan website tersebut silakan lebih klik DISINI, dan untuk melakukan REGISTRASI silakan klik DISINI.
  6. Pesan Kamtibmas menyebarluas seperti virus. Kelebihan E-POLMAS lainnya adalah seluruh pesan kamtibmas bisa disebarkan secara luas melalui dunia internet, dan pesan kamtibmas ini juga bisa dikirim ulang (resend) oleh netizen lainnya sehingga jangkauan pesan kamtibmas tersebut semakin luas. Tentu hal ini akan memberi nilai positif bagi Bhabinkamtibmas dan organisasi Polri.    
  7. Pesan Kamtibmas menjadi alat untuk mencegah kejahatan. Trend kejahatan yang berkembang saat ini juga memanfaatkan akun sosial media untuk melakukan tindak pidana atau kejahatan. Masih ingat beberapa kasus penipuan yang dilakukan dengan menggunakan akun sosial media yang terjadi beberapa waktu yang lalu kan? Masih ingat juga kasus prostitusi artis yang menggunakan akun sosial media atau akun mesenger? Nah trend kejahatan di dunia internet selalu berkembang, mulai dari kejahatan konvensional yang disajikan secara online (baca: penipuan dll) sampai dengan kejahatan cyber yang dilakukan oleh seorang ahli cyber yang tentunya memerlukan keahlian khusus dalam pengungkapannya. Dengan memahami konsep E-POLMAS ini maka pesan kamtibmas yang disebar oleh Bhabinkamtibmas juga bermanfaat sebagai alat untuk mencegah kejahatan di dunia internet, karena netizen jadi mengetahui tentang kejahatan yang sedang trend di suatu tempat melalui pesan kamtibmas yang dikirimkan oleh Bhabinkamtibmas tersebut. Netizen juga lebih waspada dan berhati-hati apabila menemukan modus yang sama sehingga terhindar dari kejahatan tersebut.

Dengan memahami konsep E-POLMAS ini, seorang Bhabinkamtibmas atau pengemban fungsi Polmas bisa mengembangkan kreatifitasnya melalui dunia internet tersebut. Mulai dari desain isi pesan kamtibmas, desain foto atau gambar yang akan digunakan dalam pesan kamtibmas dan lain sebagainya.

Dari uraian tersebut di atas, maka dapat disimpulkan tentang inti dari Polmas dan E-POLMAS sebagai berikut: 

  • Inti pertama dari Polmas adalah meningkatkan kehadiran polisi di tengah2 masyarakat (di dunia nyata mapun maya), dan polisi mampu mentransfer ilmu kepolisian berupa PESAN KAMTIBMAS kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri sehingga kejahatan dapat dicegah lebih dini.
  • Sedangkan inti yang kedua dari Polmas adalah Problem Solving , artinya dengan kehadiran polisi tersebut, masyarakat dapat berdialog dengan polisi (di dunia nyata maupun maya) agar tercipta komunikasi yang baik dan bisa memberikan solusi atau jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan bahkan bisa juga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh polisi itu sendiri.

Pada tahap awal, saya akan menyajikan konsep E-POLMAS ini untuk diterapkan di wilayah hukum Polrestabes Semarang terlebih dahulu. Data dan informasi yang akan saya sajikan adalah tentang Kota Semarang (semoga nantinya bisa berkembang ke wilayah hukum lainnya). Walaupun data dan informasi yang saya sajikan saat ini tentang Kota Semarang, namun website ini terbuka untuk masyarakat dari mana pun juga. (Catatan : artikel peta kejahatan yang saya sajikan adalah contoh atau ilustrasi saja, belum merupakan data yang sebenarnya)

Pada tahap selanjutnya, saya akan melengkapi website ini dengan berbagai informasi tentang tips, modus, pesan kamtibmas dan lain-lain yang terkait dengan E-POLMAS itu sendiri. Website ini juga bisa digunakan sebagai rujukan oleh Bhabinkamtibmas atau pengemban fungsi Polmas apabila membutuhkan bahan bacaan untuk dijadikan inspirasi saat melakukan bingluh kepada masyarakat, baik masyarakat di dunia nyata maupun masyarakat di dunia maya (netizen) yang sudah menjadi mitra anda selama ini.

Catatan Penting tentang Konsep E-POLMAS:

  1. E-POLMAS tidak menghapus POLMAS.
  2. Cara penyampaian pesan kamtibmas secara manual tetap dilaksanakan seperti biasa.
  3. Cara penyampaian pesan kamtibmas dengan memanfaatkan teknologi dilaksanakan bersamaan dengan cara manual itu sendiri.
  4. E-POLMAS bersifat melengkapi dan mengisi kekosongan/keterbatasan Bhabinkamtibmas dalam melakukan komunikasi dengan masyarakat yang menjadi binaan sesuai dengan wilayah tugasnya.
  5. E-POLMAS juga bersifat universal karena pesan kamtibmas yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas tersebut bisa juga disampaikan kepada masyarakat global dengan menggunakan fasilitas sosial media, messenger, website, forum dan lain-lain yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat global tersebut.

Demikian konsep saya tentang E-POLMAS semoga bisa dimanfaatkan oleh Bhabinkamtibmas dan pengemban Polmas di seluruh Indonesia. Mari kita angkat Bhabinkamtibmas ke dunia global, agar masyarakat di penjuru Indonesia bahkan dunia mengetahui betapa mulianya tugas seorang Bhabinkamtibmas dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah kita.  Salam POLMAS!!!

Seluruh artikel dalam website ini bisa anda copy, namun tetap memperhatikan kode etik jurnalistik yaitu menampilkan web ini sebagai sumber rujukan dalam tulisan anda (apabila anda tidak menampilkan web ini sebagai rujukan,maka www.epolmas.com akan menuntut anda sesuai dengan aturan hukum yang berlaku). Seluruh artikel dalam website ini bisa anda share ke akun sosial media anda dengan cara menyebarkan link atau alamat artikel yang bisa anda copy paste atau dengan cara menekan tombol share yang sudah saya sediakan di bagian bawah setiap halaman atau artikel tersebut. 

Akhirnya…dengan hadirnya website ini di tanggal 11 September 2015 yang lalu semoga bisa menjadi pioneer munculnya E-Polmas lainnya agar kemitraan antara Polisi dan masyarakat pun dapat terwujud dalam dunia internet, dan situasi kamtibmas pun bisa terjaga dengan baik. 

Saya sangat mengharapkan saran dan masukan dari netizen demi kesempurnaan website ini. Semoga sukses selalu…

Bayu SusenoHormat kami :

admin @ www.epolmas.com

KOMPOL Bayu Suseno SH SIK MM MH

bayususenobisnis@gmail.com

Pin BB : 2696e634

[Total: 10    Average: 3.6/5]