FB KAMTIBMAS tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama

FB KAMTIBMAS tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama

Salam POLMAS !!!

Kali ini E-POLMAS mengajak masyarakat untuk kembali mengingat tentang pentingnya kerukunan antar umat beragama. Dalam kehidupan bermasyarakat kerukunan antar umat beragama sangat diperlukan karena masyarakat sudah heterogen, tidak ada lagi batas wilayah bagi suku tertentu atau agama tertentu untuk menempati wilayah tertentu. Orang yang tinggal di sekitar kita bekum tentu satu suku dengan kita, belum tentu satu agama dengan kita. Tidak bisa dibayangkan apabila tidak terciptanya kerukunan antar umat beragama, mungkin akan terjadi perang antar agama. Masih ingat dengan kasus Tolikara? Masih ingat dengan kasus yang terbaru di Aceh Singkil?  

Sebagai contoh kecil, seorang penganut agama islam bertetangga dengan orang yang menganut agama lain. Pada saat orang islam itu shalat orang beragama lain menghidupkan suara lagu atau menjerit- jerit tidak karuan atau sebaliknya. Dari cerita tersebut, bagaimana pandangan orang islam apabila ibadahnya diganggu? Tentunya akan marah, dengki, dendam dan lain- lain yang akhirnya bisa berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan. Itulah sebabya mengapa kerukunan antar umat beragama sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Kerukunan pada hakikatnya adalah identik dengan kata “damai” dan “tentram”. Intinya, hidup bersama dalam masyarakat dengan “kesatuan hati” dan “bersepakat” untuk tidak menciptakan perselisihan dan pertengkaran (Depdikbud, 1985:850). Bila pemaknaan tersebut dijadikan pegangan, maka “kerukunan” adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia.

Hubungan antara muslim dengan penganut agama lain tidak dilarang oleh syariat Islam, kecuali bekerja sama dalam persoalan aqidah dan ibadah. Kedua persoalan tersebut merupakan hak intern umat Islam yang tidak boleh dicamputi pihak lain, tetapi aspek sosial kemasyarakatan dapat bersatu dalam kerja sama yang baik. Kerja sama antar umat beragama merupakan bagian dari hubungan sosial antar manusia yang tidak dilarang dalam ajaran Islam. Hubungan dan kerja sama dalam bidang-bidang ekonomi, politik, maupun budaya tidak dilarang, bahkan dianjurkan sepanjang berada dalam ruang lingkup kebaikan. Hubungan yang baik antar umat beragama dapat berdampak positif bagi pemuda penerus bangsa.

Untuk itu kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat dapat diwujdkan dengan:

  1. Saling tenggang rasa, saling menghargai, dan toleransi antar umat beragama
  2. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
  3. Melaksanakan ibadah sesuai agamanya, dan
  4. Mematuhi peraturan keagamaan baik dalam Agamanya maupun peraturan Negara
  5. Tidak mudah terprovokasi dengan isu2 yang terkait dengan masalah agama karena isu tersebut belum tentu benar
  6. Segera lakukan konfirmasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah yang berwenang agar isu tersebut dapat dikonfirmasi kebenarannya
  7. Kedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan apalagi terkait dengan masalah agama

Dengan memahami 7 hal tersebut di atas maka akan dapat tercipta keamanan dan ketertiban antar umat beragama, ketentraman dan kenyamanan di lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara.

[Total: 0    Average: 0/5]