FB Messages 2 :Jangan Mudah Percaya Dengan Dunia Maya

Jangan Mudah Percaya Dengan Dunia Maya

Salam POLMAS !!!

Kali ini E-POLMAS mengajak anda untuk jangan mudah percaya dengan dunia maya. Berhati-hatilah saat anda berkenalan dengan seseorang melalui dunia maya baik melalui akun sosial media maupun melalui layanan email dan messenger lainnya.

Melalui dunia maya, seseorang bisa bebas membangun cerita tanpa merujuk fakta akurat.  Masyarakat harus pandai dalam mengakses informasi. Masyarakat juga harus bisa menyaring mana yang benar dan mana yang rekayasa. Beberapa teman di salah satu akun media sosial saya pernah cerita tentang pengalamannya ditipu oleh akun FB yang mengaku sebagai anggota Polri di suatu Polda. Awalnya dari percakapan biasa melalui inbox di FB dan kemudian bertukar pin bb.

Setelah komunikasi terbangun dengan baik, pelaku mengirimkan beberapa fotonya saat menggunakan pakaian dinas (foto palsu, diperoleh dari mengcopy akun FB polisi yang asli), dan untuk meyakinkan korban, pelaku juga mengirimkan foto KTA (Kartu Tanda Anggota) Polri yang setelah saya lihat foto KTA nya ternyata adalah KTA palsu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal aneh dalam KTA tersebut yaitu :

  1. Pas foto yang digunakan untuk KTA ini bukanlah pas foto standar resmi Polri untuk foto di KTA.
  2. Jenis huruf yang digunakan untuk menulis nama di KTA berbeda dengan jenis huruf yang tertera di data KTA yang lainnya. Misal : nama ditulis dengan jenis huruf Arial, namun pangkat, nrp dll ditulis dengan jenis huruf Time New Roman. Jadi ada indikasi bahwa nama dalam KTA tersebut sudah ditutup dan diganti.

Nah modus penipuan yang digunakan oleh pelaku adalah dengan cara menceritakan kepada korban bahwa dirinya akan mengurus pindah tugas ke suatu wilayah, dan dia membutuhkan sejumlah uang untuk mengurusnya. Biasanya pelaku meminta sejumlah Rp 10 – 15 Juta dengan alasan sebagai pelicin agar pengurusan pindah tugasnya bisa lebih cepat. Korban biasanya adalah kaum hawa. Setelah korban mengirimkan uang yang diminta pelaku, maka pelaku akan menghapus pertemanan FB dengan korban termasuk juga men-delcont kontak bbm yang semula digunakan untuk berkomunikasi dengan dengan korban.

Oleh karena itu E-POLMAS menghimbau kepada seluruh netizen agar hati-hati saat berkenalan dengan seseorang melalui akun sosial media yang menggunakan modus seperti itu.

Semoga bermanfaat… 

[Total: 1    Average: 5/5]