MODUS PENIPUAN jendral bule mau pinjam rekening bank

MODUS PENIPUAN jendral bule mau pinjam rekening bank

E-POLMAS Halo Sahabat POLMAS… Kali ini E-POLMAS akan membagikan sebuah rangkuman tentang MODUS PENIPUAN online yang terkenal dengan sebutan Jendral BULE yang saat ini menjadi bahan pembicaraan Netizen, hal ini sebagaimana dilansir oleh laman www.howmoneyindonesia.com beberapa waktu yang lalu:

Ada saja cara orang melakukan penipuan. Termasuk yang sedang marak adalah tawaran pinjaman dari luar negeri. Para penipu menghubungi calon korban secara acak melalui pesan di media sosial seperti facebook ataupun melalui email spam. Dalam pesan tersebut, mereka memperkenalkan diri sebagai orang baik-baik yang mengulurkan bantuan pinjaman atau bantuan dalam jumlah besar bagi mereka yang memerlukan. Tentu saja para penipu tersebut menawarkan janji-janji manis bahwa pinjamannya tidak berbunga bahkan tidak perlu dikembalikan.

Perkenalan biasanya diawali dengan sangat manis. Saking manisnya sampai ada yang jatuh cinta. Pokoknya mereka cukup lihai sehingga bisa tumbuh rasa saling percaya walaupun tidak perah bertemu dan hanya berkomunikasi secara online. Selanjutnya, sebagaimana layaknya proses pengajuan pinjaman, para korban dimintai data diri termasuk alamat rumah, email, telepon ataupun nomor rekening bank.

Beberapa waktu kemudian para korban dihubungi bahwa uang pinjaman sudah siap dikirimkan. Hanya saja perlu pembayaran di awal untuk administrasi dan biaya transfer. Terkadang juga mereka menyebut kendala seperti adanya biaya untuk pajak, biaya sertifikat anti money laundering (AML) di Bea Cukai, atau biaya-biaya lainnya. Terkadang juga para korban ditelepon oleh “petugas” pos, Bea Cukai, Pajak atau bandara.

Biaya-biaya ini memang “hanya” beberapa juta rupiah, jauh lebih kecil dibanding uang yang akan diterima. Karena itu, banyak yang percaya dan bersedia saja mentransfer ke nomor rekening yang ditunjuk para penipu. Para petugas yang menelpon itu, tentu saja bukanlah petugas resmi, melainkan jaringan penipu yang mencatut nama-nama instansi pemerintah yang dianggap bisa meyakinkan para korban. Modus ini kurang lebih sama dengan aksi tipuan pengiriman paket dari luar negeri.

Sejumlah korban dari berbagai daerah yang terlanjur percaya, mengaku telah mengirim sejumlah uang akan tetapi uang bantuan pinjaman yang dijanjikan tidak kunjung dikirimkan. Bukannya menerima uang yang dijanjikan, para korban malah diminta lagi untuk membayar biaya macam-macam. Kalau diikuti terus jumlahnya bisa bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Tentu saja uang yang dijanjikan itu tidak akan pernah datang karena semuanya hanyalah tipuan belaka yang dirancang dengan baik oleh sindikat penipu baik yang melibatkan kelompoknya di dalam maupun di luar negeri. Ciri utama penipuan ini harusnya diketahui lebih awal, yaitu: Menawarkan bantuan (bisa barang, ataupun uang) dalam jumlah besar kepada orang yang tidak dikenal.

Indikasi tersebut seharusnya sudah bisa membuat masyarakat waspada dan menghindari penipuan serta tidak memberikan data-data diri yang bisa dimanfaatkan oleh para penipu dalam menjalankan aksinya. Dalam dunia ini tidak ada yang terlalu mudah. Semua pasti memerlukan usaha. Jadi kalau ada janji yang terlihat manis, mudah, dan muluk, sebaiknya hindari saja. Begitu Anda memberikan data diri, jaringan penipu akan selalu menghubungi dan mengejar Anda dengan berbagai cara, bahkan bisa menggunakan berbagai ancaman.

Ciri selanjutnya adalah: Permintaan uang. Bantuan uang ataupun barang seharusnya tidak dibebani dengan biaya-biaya apalagi sampai jutaan rupiah. Bukanlah pengiriman uang bisa dilakukan dengan mudah melalui transfer bank, demikian juga barang dapat dikirim melalui pos atau jasa kurir ekspress lainnya.

Ciri lainnya adalah: Permintaan pembayaran biaya administrasi, pajak, atau apapun istilahnya, dikirimkan ke rekening pribadi. Perlu diketahui bahwa pembayaran pajak, bea masuk harus ditransfer ke rekening pemerintah/instansi, dan bukan atas nama perorangan. Demikian juga biaya-biaya adminsitrasi pengiriman, selalu ditransfer ke rekening perusahaan.

Jadi kalau Anda mengalami atau melihat ciri-ciri tersebut di atas, jangan salahkan orang lain apalagi penipunya. Kemungkinan kesalahan awal terletak di diri sendiri yang tidak waspada atau terlalu menginginkan sesuatu yang besar dengan cara mudah. Mudah tertipu.

Bila sudah terlanjur tertipu, akan sulit melacak para penipu tersebut. Maklum mereka tak pernah terlihat langsung dan hanya berkomunikasi online. Uang yang terlanjur dibayarkan pun belum tentu bisa diperoleh kembali. Namun jangan berkecil hati. Sejumlah penipu yang tertangkap selama ini justru diawali dari adanya laporan para korban. Jadi, jangan ragu untuk melaporkan ke pihak berwajib bila ada indikasi atau telah terjadi penipuan.

Modus penipuan ini sudah memakan begitu banyak korban. Sebarkan informasi ini agar kejadian serupa tidak menimpa sahabat ataupun kerabat Anda sendiri. Salam cerdas, Indonesia!

Itulah MODUS PENIPUAN yang dilakukan oleh Jendral BULE, harap berhati-hati   dan jangan mudah percaya, konfirmasi melalui saluran komunikasi yang anda miliki. Tanyakan kepada petugas yang berwenang. Pelaku bisa saja merubah nama bisnis online tersebut, namun modusnya biasanya tetap. Saat ini pihak Polri juga berusaha untuk menangkap pelakunya. Semoga sahabat POLMAS terhindar daripenipuan seperti ini dan pelaku serta jaringannya segera dapat diberantas habis oleh Polri. Amin yaa rabbal alamin…

[Total: 4    Average: 3.3/5]