UNGKAP KASUS tentang TNI Gadungan dengan Pangkat Letkol nipu hingga Rp 600juta

UNGKAP KASUS tentang TNI Gadungan dengan Pangkat Letkol nipu hingga Rp 600juta

Salam POLMAS!!!

UNGKAP KASUS kali ini akan menjelaskan kasus TNI Gadungan dengan menggunakan pangkat Letkol yang berhasil menipu warga hingga ratusan juta rupiah. Hal ini sebagaimana dilansir oleh laman merdeka.com beberapa waktu yang lalu :

Terobsesi menjadi seorang anggota TNI, Welly F Sahanaya menggunakan seragam tentara lengkap dengan pangkat Letnan Kolonel untuk gagah-gagahan. Lagaknya seperti perwira tinggi dari Mabes TNI beneran.

Dengan atribut dan gayanya yang menyakinkan, Welly mengaku berhasil menipu orang hingga Rp 600 Juta. Korbannya hanya diberikan janji-janji bohong, sehingga bisa begitu saja menyerahkan uangnya.

Seperti korban AS yang mengaku dijanjikan akan diberi jalan memenangkan tender lelang pengadaan bantalan rel kereta api. AS menyetorkan uangnya Rp 600 juta.

Karena tidak mendapatkan kejelasan, AS melapor ke Denpom. Namun pihak Denpom tidak mengenal nama yang dimaksud, sehingga mengusut Letkol gadungan yang meresahkan itu.

AS sendiri mengaku juga pernah melaporkan kasusnya itu ke polisi. Namun belum sampai dilakukan penyidikan, Welly sudah tertangkap oleh Denpom. Karena statusnya sebagai warga sipil, kasusnya dilimpahkan ke Polresta Malang.

Welly kepada petugas mengaku hanya sekali melakukan aksinya. Tentu polisi tidak begitu saja percaya dan akan terus mengembangkan kasusnya.

“Kami tidak bisa begitu saja percaya. Masih kita selidiki kemungkinan ada korban lain,” kata AKBP Singgamata, Kapolres Malang Kota di Mapolres, Rabu (1/7).

Singgamata mengimbau masyarakat yang pernah berhubungan dengan tersangka dan merasa ditipu untuk segera melapor ke polisi. Masyarakat harus membantu polisi dalam mengungkap kasus ini lebih dalam.

“Jika pernah melakukan transaksi atau hubungan silakan hubungi kami,” katanya.

Polisi mengamankan seragam TNI lengkap dengan atribut sebagai barang bukti. Welly harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Dia terancam hukuman 4 tahun penjara.

[Total: 0    Average: 0/5]